Senin, 05 Oktober 2015

BERFIKIR QANA'AH



                                                           PENGERTIAN QANA'AH 

                                                                    (Berfikir Positif)
     Pengertian Qana’ah ialah rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki, serta menjauhkan diri dari sifat tidak puas dan merasa kurang.
Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.Justru orang yang Qana’ah  itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkanya, ia akan tetap rela hati menerima hasil terebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT.  Sikap yang demikian itu akan mendatangkan ras tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tama’.
Nabi Muhamad SAW bersabda :“ Dari Abdullah bin Amru berkata : Bersabda Rasulullah SAW: Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, mendapat rizki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa-apa yang Allah berikan  kepadanya.”
                                                                                                                  (Hadits riwayat Muslim).
 
      Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.Justru orang yang Qana’ah  itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkanya, ia akan tetap rela hati menerima hasil terebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT.  Sikap yang demikian itu akan mendatangkan ras tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tama’.
       Nabi Muhamad SAW bersabda :“ Dari Abdullah bin Amru berkata : Bersabda Rasulullah SAW: Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, mendapat rizki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa-apa yang Allah berikan  kepadanya.”
                                                                                                                 (Hadits riwayat Muslim).
      Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.Justru orang yang Qana’ah  itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkanya, ia akan tetap rela hati menerima hasil terebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT.  Sikap yang demikian itu akan mendatangkan ras tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tama’.
        Nabi Muhamad SAW bersabda :“ Dari Abdullah bin Amru berkata : Bersabda Rasulullah SAW: Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, mendapat rizki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa-apa yang Allah berikan  kepadanya.”
(Hadits riwayat Muslim).
Qana’ah bukan berarti hidup bermalas-malasan, tidak mau berusaha sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup.Justru orang yang Qana’ah  itu selalu giat bekerja dan berusaha, namun apabila hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkanya, ia akan tetap rela hati menerima hasil terebut dengan rasa syukur kepada Allah SWT.  Sikap yang demikian itu akan mendatangkan ras tentram dalam hidup dan menjauhkan diri dari sifat serakah dan tama’.
     Nabi Muhamad SAW bersabda :“ Dari Abdullah bin Amru berkata : Bersabda Rasulullah SAW: Sungguh beruntunglah orang yang masuk Islam, mendapat rizki secukupnya, dan ia merasa cukup dengan apa-apa yang Allah berikan  kepadanya.”
(Hadits riwayat Muslim).
   Orang yang mempunyai sifat Qana’PEah ia akan memiliki pendirian bahwa apa yang diperolehnya atau yang ada pada dirinya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah dalam  Al-Qur’an surat Hud ayat 6 :
Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya....(Hud 6) “
Qana’ah dalam Kehidupan
Qana’ah seharusnya merupakan sifat dasar seorang muslim, karena sifat tersebut menjadi pengendali agar tidak surut dalam keputusan dan tidak selalu maju dalam keserakahan, Qana’ah adalah stabilisator hidup seorang muslim. Dikatakan stabilisator, karena seorang muslim yang mempunyai sifat Qana’ah akan selalu berlapang dada, berhati tentram, merasa kaya dan berkecukupan,bebas dari keserakahan (korupsi).
 karena pada hakekatnya kekayaan atau kemiskinan terletak pada hati bukan pada harta yang dimilikinya  sesuai sabda Nabi Muhamad dalam salah satu haditsnya :
“Dari Abu Hurairah r.a bersabda Nabi Muhamad : “ Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta benda, tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kakayaan jiwa”.
(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian marilah kita semua menanamkan sifat Qana’ah serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari- hari agar terwujudnya masyarakat yang penuh dengan rasa ketentraman , tidak cepat putus asa ,dan bebas dari keserakahan (korupsi) serta agar selalu berfikir positif dan maju...? SEKIAN DARI SAYA ....Semoga bermanfaat ,,,,?
Kekurangan milik saya...,SEMPURNA ....Maha Besar ALLAH yang punya.
WASSALAM...................?